Serunya Pelatihan Pembuatan Manisan Salak di Desa Karangduren!

Tim KKN-PPM UGM Unit Tengaran JT-174 Periode Juni-Agustus sukses mengadakan pelatihan pembuatan manisan salak yang diikuti 40 warga Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Rini Handayani selaku ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemiri Edum yang memiliki usaha manisan salak Sarisa didatangkan langsung dari Pakem, Sleman untuk menjadi pembicara di acara yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2019 tersebut.

Tanaman salak yang melimpah di Desa Karangduren merupakan potensi yang dilihat Tim KKN-PPM UGM Unit Tengaran JT-174 untuk dapat dimaksimalkan. Harga salak yang fluktuatif menjadi masalah yang dihadapi masyarakat Desa Karangduren. “Harapan kami pelatihan pembuatan manisan salak ini dapat menjadi solusi terkait dengan harga salak yang cenderung murah di Desa Karangduren ini”, tutur Ade Putri Setyarini selaku penanggung jawab acara.

Acara ini dimulai dengan pemaparan materi oleh Tim KKN-PPM UGM yang diwakili oleh Farhan Seno Aji dan Muhammad Andre Irawan. Kedua mahasiswa ini memberi sosialisasi terkait dengan potensi desa dan pemaksimalannya, pentingnya kemasan bagi produk, serta pemasaran di era digital. Setelah itu Rini Handayani selaku pembicara berbagi terkait pengalaman yang dialami dalam merintis usaha olahan salak sarisa yang dimiliki. Acara dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan manisan salak yang dipandu oleh Rini dan melibatkan seluruh peserta yang hadir.

Tim KKN-PPM UGM serta Rini Handayani sepakat untuk melibatkan seluruh peserta yang hadir, agar pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan tetapi juga kemampuan bagi peserta untuk dapat mengolah salak menjadi manisan secara keseluruhan. “Saya tidak ingin peserta yang hadir hanya duduk diam dan melihat saya membuat manisan salak saja, saya ingin semua peserta ikut langsung memotong, mengolah, serta mengemas manisan, supaya mereka benar-benar bisa,” ujar Rini.

Keterlibatan langsung ini membuat para peserta antusias untuk mengikuti pelatihan pembuatan manisan salak ini. Kepala Desa Karangduren, Rinif Budi Prasetyo, SH., menyatakan bahwa pelatihan ini sangat baik dan penting untuk dilakukan sehingga masyarakat dapat mengolah salak agar memiliki nilai tambah dan menjadi sumber penghasilan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja unggulan yang dilakukan Tim KKN-PPM UGM Unit Tengaran JT-174 khususnya di Desa Karangduren. Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi msayarakat Desa Karangduren untuk dapat meningkatkan nilai tambah dan mengolah salak sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Karangduren.

You might also like More from author