Tokoh Pahlawan Semarang Yang Paling Kondang!

Selama ini, banyak nama jalan, bandara, kampus atau gedung-gedung penting di seluruh Indonesia yang diadaptasi dari nama pahlawan dan tokoh asal Semarang. Nama-nama tersebut begitu lekat, sampai-sampai orang hafal di luar kepala. Namun, sayangnya, banyak yang tidak tahu siapa dan apa jasa para pahlawan itu.

Nah, kira-kira siapa saja pahlawan-pahlawan Semarang yang namanya kondang sampai digunakan di berbagai kota tersebut? Cek dibawah yuk #AnakEvents

Jenderal Ahmad Yani

Jenderal Ahmad Yani banyak dikenal lantaran banyak daerah yang menggunakannya sebagai nama jalan. Di Jakarta dan Yogyakarta, misalnya. Bahkan, jalan yang menggunakan nama pahlawan ini termasuk jalan-jalan besar. Siapa sebenarnya Ahmad Yani?

Nama lengkapnya Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani. Ternyata, ia lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 19 Juni 1922. Ia meninggal dalam tragedi Lubang Buaya, Jakarta, yang terjadi pada 1 Oktober 1965 saat usianya 43 tahun. Ia turut gugur dalam peristiwa yang dinamai tragedi genosida atau pembantaian besar-besaran. Dia sejatinya merupakan seorang komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Menurut sejarah, Ahmad Yani dibunuh anggota Gerakan 30 September.

Dr Kariadi

Pernah mendengar nama Rumah Sakit Kariadi yang kesohor? Sebenarnya, siapakah Kariadi sehingga namanya digunakan untuk nama rumah sakit bahkan nama beberapa jalan di Indonesia?

Kariadi atau Dr Kariadi adalah salah satu pejuang yang terlibat dalam pertempuran 5 hari di Semarang. Pertempuran antara rakyat Indonesia dan tentara Jepang pada Oktober 1945. Beliau yang merupakan kepala laboratorium, harus wafat di perjalanan saat akan memeriksa kabar keberanan tersebarnya racun reservoir siranda. Dr Kariadi ditembak dan wafat di usia ke-40.

Mgr. Soegijapranata

Jalan Soegijapranata bener bener eksis di beberapa tempat. Nama-nama gedung pun banyak yang memakai nama itu. Bahkan ada nama kampus yang juga memakai nama beliau. Siapakah beliau?

Nama lengkapnya adalah Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ. Dia adalah seorang Vikaris Apostolik Semarang hingga kemudian menjadi uskup agung. Dia dikenal sebagai uskup pertama pribumi yang amat sangat nasionalis. Ia lama belajar dengan Belanda. Namun, meski demikian, ia tak lantas berpikiran seperti kolonial. Ia justru mengajarkan agama sesuai dengan keindonesiaannya.

Tjipto Mangoenkoesoemo

Semua orang tahu kalau Tjipto Mangoenkoesomo adalah nama rumah sakit paling terkenal di Jakarta. Lantas, siapa sebenarnya pemilik nama itu?

Dr Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan salah satu pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ia dan Ernest Douwes Dekker serta Ki Hajar Dewantara tergabung dalam sebutan tiga serangkai. Tjipto banyak mengkritik pemerintahan pada masa penjajahan Hindia-Belanda. Ia, yang kala itu menjadi pesohor Indische Partij, diasingkan para tokoh kolonial Belanda lantaran gerakannya melalui tulisan. Ia dianggap radikal dan akhirnya pada 1927 dibuang oleh penjajah ke Banda.

Sumantri Brodjonegoro

Namanya digunakan sebagai nama GOR di Kuningan, Jakarta Selatan. Siapa beliau sebenarnya?

Sumantri lahir di Semarang, Jawa Tengah, 3 Juni 1926 dan meninggal di Jakarta, 18 Desember 1973 saat umurnya masih 47 tahun. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada periode 1967-1973. Selain itu, Sumantri menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 1973. Ia wafat kala menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, lantas digantikan Syarief Thayeb.

H Mutahar

Bapak ini namanya digunakan sebagai nama jalan di Lampung. Nama lengkapnya ialah M. Husein Mutahar. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916 dan meninggal di Jakarta, 9 Juni 2004 saat umurnya 87 tahun. Ia berjasa bagi kebangkitan lagu nasional dan lagu anak-anak. Lagu ciptaannya yang populer adalah Syukur, mars Hari Merdeka, dan Hymne Pramuka.

Ainun Habibie

Siapa yang tak kenal dengan tokoh ibu yang satu ini. Ia selalu mendampingi mantan Presiden RI, Habibie, ke mana pun. Nama lengkapnya adalah Hasri Ainun Besari. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, 11 Agustus 1937, dan meninggal di München, Jerman, pada 22 Mei 2010. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia ketiga dari tahun 1998 hingga 1999. Namanya diabadikan sebagai nama klinik mata Dr. Hasrie Ainun Habibie di Bogor.

Nah itu dia beberapa tokoh pahlawan semarang kondang yang berhasil kami kumpulkan. Ternyata jasa tokoh-tokoh nasional diatas sangat berpengaruh yaaa bagi Indonesia. Sebagai warga Indonesia, kita wajib berbangga punya tokoh nasional seperti mereka. Mari lanjutkan perjuangan mereka dengan MANDIRI dalam BEKERJA, MERDEKA dalam BERKARYA! 🙂

You might also like More from author

Comments

Loading...