Sound of Tri, Festival Musik Kolaborasi Lintas Genre

Malam Minggu (26/8) serasa istimewa buat sejumlah muda-mudi yang datang ke Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol. Soalnya, ada sesuatu yang enggak biasa di sana. Pepohonan dihiasi oleh lampu warna-warni yang bikin suasana jadi terasa romantis. Gemuruh suara musik elektronik juga terdengar pecah dari kejauhan. Belum lagi eksibisi seni kreatif dan instalasi menarik lainnya yang bikin suasana ala festival makin terasa. Yap, semua ini adalah rangkaian acara dari Sound of Tri, festival musik yang diadain oleh salah satu operator GSM Indonesia, Tri.

Sound of Tri adalah sebuah festival musik yang berkonsep electrical forest yang diklaim Tri jadi yang pertama di Indonesia. Konser ini mendatangkan beberapa musisi ternama asal Indonesia. Enggak kayak konser/festival musik lainnya, Sound of Tri ini terasa berbeda dan istimewa karena para musisi yang hadir adalah musisi lintas genre yang saling berkolaborasi.

Kolaborasi lintas genre ini memang jadi tema utama Sound of Tri. Hal ini terlihat dari beragam musisi yang masuk line up, seperti Kotak dengan aliran musik rock berkolaborasi dengan Angger Dimas beraliran EDM, band Stars n Rabbit berkolaborasi dengan Bottlesmoker, Teza Sumendra berkolaborasi dengan Dipha Barus, dimeriahkan pula dengan GAC dan Soundwave.

Enggak cuma itu #AnakEvents, Sound of Tri juga jadi wadah bagi musisi muda lokal untuk menyalurkan hobi, potensi, serta kreativitas mereka lewat gelaran audisi Road to Sound of Tri yang diselenggarakan di 13 kota di Indonesia. Para pemenang audisi ini kemudian terpilih jadi band pembuka Sound of Tri.

“Tujuan utama kami mengadakan Sound of Tri adalah sebagai wadah inspirasi dan kreativitas anak muda yang terjun di dunia musik.” ujar Fahroni Arifin, Head of Brand Communication Tri Indonesia. “Mereka punya ambisi dan butuh inspirasi serta motivasi. Sayangnya banyak dari mereka yang potensinya enggak kesampaian. Makanya kami memposisikan diri sebagai teman mereka.”

Jakarta sendiri bukanlah kota pertama yang disinggahi oleh Sound of Tri. Sebelumnya pada tanggal 12 Agustus 2017, Sound of Tri udah diadain di kota Malang. Festival musik ini terbukti sukses lewat antusiasme dan sambutan luar biasa dari penikmat musik di kota Malang yang memenuhi Lapangan Rampal. Tercatat lebih dari 10 ribu penonton yang hadir, yang kebanyakan berasal dari kalangan anak muda. Garamerica, band asal Bandung, dan Sumber Kencono, band asal Malang, terpilih jadi band pembuka Sound of Tri Malang.

Untuk gelaran Sound of Tri di Jakarta, band pemenang audisi ini jadi yang membuka acara. Paberik Bamboe, band asal Bandung, bikin suasana sore di pesisir kota Jakarta makin meriah dengan lagu “Kumbang Blonde” dan “Ayam” yang bernuansa ceria. Setelah Paberik Bamboe, Manjakani, band asal Pontianak, bikin suasana di Ecopark makin romantis dan syahdu dengan lagu “Asmaraweda”.

Setelah kedua band pemenang audisi Road to Sound of Tri tampil, giliran musisi lokal ternama yang tampil dan berkolaborasi. Penampilan pertama adalah band folk Stars n Rabbit yang tampil bareng bersama duo musisi elektro pop, Bottlesmoker. Meski asing dengan genre elektro, kendala ini enggak jadi masalah buat Stars n Rabbit. Sang vokalis, Elda Suryani, menganggap kolaborasi ini adalah inspirasi baginya. Penyanyi yang dikenal dengan suara manjanya yang khas ini juga ngaku kalau dia udah setahun berkolaborasi bersama Bottlesmoker yang digawangi oleh duet Ryan Nobie Adzani dan Anggung Kuy Kay.

Kolaborasi epik antara Stars n Rabbit dan Bottlesmokers ini kemudian dilanjuti oleh penampilan enerjik dari trio Gamaliel, Audrey, dan Cantika (GAC). Ketiganya tahu betul gimana caranya bikin suasana jadi pecah dengan lagu “24K Magic”-nya Bruno Mars sebagai pembuka. Gamaliel pun ngebuktiin kalau dirinya pantas disebut sebagai performer terbaik di Indonesia dengan gerakan enerjik yang diimbangi dengan suara merdu. Begitu juga Audrey dan Cantika yang enggak perlu diraguin lagi suaranya.

Penampilan ketiga datang dari Soundwave yang beranggotakan duo sejoli Rini Wulandari dan Jevin Julian. Mereka berdua juga enggak kalah pecah dari GAC dan sukses bikin penonton berajojing. Kolaborasi Teza Sumendra dan Dipha Barus menjadi penampilan selanjutnya di Sound of Tri. Keduanya pantas disebut sebagai rising star Indonesia dengan penampilan memukau. Khususnya buat Dipha Barus dengan komposisi musiknya yang digemari oleh muda-mudi. Dia pun menutup penampilannya dengan lagu “Inikah Cinta”-nya ME, yang sukses bikin penonton bernostalgia dan ikut bernyanyi bersama.

Sound of Tri pun ditutup oleh penampilan band rock Kotak yang berkolaborasi dengan DJ Angger Dimas. Sebagai satu-satunya band rock yang tampil di Sound of Tri, Tantri dkk. pun juga sukses menghipnotis penggemarnya yang hadir dengan lagu-lagu andalannya. Di tengah penampilannya, Tantri terkejut dengan antusiasme penonton yang kebanyakan dari generasi milenial. Dia senang karena musiknya yang dianggapnya udah ketinggalan zaman masih diterima dengan baik.

Untuk tahun depan, Tri Indonesia juga udah punya rencana untuk ngadain Sound of Tri. Menurut Fahroni, semuanya tergantung antusiasme penonton yang hadir. Kalau melihat gelaran Sound of Tri Jakarta dan Malang yang pecah abis, rasanya wajib banget yaa #AnakEvents acara ini diadain lagi di tahun depan.

You might also like More from author

Comments

Loading...