Siap Siap Nostalgia Bareng The Script!

The Script bakal gelar konser di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka Jakarta, pada 10 April 2018. Band asal Irlandia yang tenar di Inggris itu rencananya tampilin karya mereka dari album rilisan 2016, “Freedom Child.”

Mereka dibawa promotor Full Color Entertainment yang juga promotornya konser Michael Learns to Rock, David Choi, Boyzone, Air Supply, dan YouTube Fan Fest di Indonesia. Presale tiket dijual 15-31 Desember 2017.

Tahun 2000-an, band ini sukses berat lewat hits “We Cry,” “The Man Who Can’t Be Moved,” dan “Breakeven” dari album self titled mereka. Saat itu, irama lagunya masih fokus sama lagu-lagu berirama pop-rock easy listening.

Album kedua, “Science & Faith” rilis dari label AOL Music Amerika Serikat. Aliran Danny O’Donoghue, Mark Sheenan, dan Glen Power periode 2010-2012 pun berubah sesuai aliran pop di negara asal label rekaman itu.

Gak lama, rilis album “#3” yang nampilin perubahan warna musik The Script. Gak cuma ngandalin tarikan suara bernada tinggi, O’Donoghue juga ngerap di beberapa lagu.

Album Keempat Makin Amerika

Nah. The Script di album “Freedom Child” bukan lagi mereka di album “self titled” mereka. Bagian-bagian yang ngerap makin banyak dan lagu-lagunya menyesuaikan kejadian di Amerika Serikat.

Contohnya, lagu “Divided States of America” yang lebih mirip lagu rap RnB Eminem daripada The Script saat nyanyiin “The Man Who Can’t Be Moved.” Terus, lagu “Written in the Scars” kedengeran lebih mirip lagu pop Taylor Swift dan Ariana Grande daripada lagu mereka.

“Love Not Lovers” yang jadi single ketiga album itu kedengeran kayak lagu-lagu popnya Calvin Harris dan Alan Walker. Lagu “Arms Open” pun kedengeran Amerika banget. Tapi, liriknya kuat karena ngomongin soal situasi tuna wisma.

David Ananda selaku Direktur Full Color Entertainment merasa bangga bisa bawa The Script ke Indonesia. “Terutama, karena banyak lagu hits diputar di semua radio Indonesia. ‘Rain’ adalah salah satu lagu yang dimaksud,” kata David lewat siaran pers yang kami terima.

Indonesia Negara Pertama

Dalam jadwalnya, Indonesia tuh negara pertama yang The Script kunjungi di Asia. Setelah konser di Jakarta, mereka mau bertolak ke Singapura, Manila (Filipina), Taipei (Taiwan), Hong Kong, dan Bangkok (Thailand).

“Saya yakin penggemar The Script di Indonesia banyak sekali. Tiket acaranya sangat terbatas. Kami imbau untuk beli tiketnya di masa presale,” kata Joey Ferry, CEO Full Color Entertainment.

Tiketnya dibagi jadi tiga kelas. Pada harga presale periode 15-31 Desember 2017, tiket festival harganya Rp 650 ribu, tiket golden priority class Rp 990 ribu, dan tiket diamond vvip (termasuk snack dan minuman) seharga Rp 2,250 juta.

Pembeli tiket presale bakalan diundi supaya dapet dua pemenang yang bakalan Meet & Greet sama anak-anak The Script. Lumayan, ya kan. Kali aja bisa sekalian selfie dan Instastory 😀

You might also like More from author

Comments

Loading...