Ngobrolin Kamera Analog Bareng Komunitas Semarang 35mm

Bagi beberapa orang, hadirnya kamera digital dengan aneka kemudahan menggunakannya bukan pilihan yang tepat. Tapi #anakevents, masih ada lho yang tetap memilih menggunakan kamera film atau analog dengan keterbatasannya. Mereka merasa lebih tertantang untuk menggunakan kamera analog daripada kamera digital (DSLR). Karena mereka tahu, kamera analog hanya memiliki 36 film yang berarti setiap jepretan sangatlah bernilai

Para pecinta kamera analog di Kota Semarang ini membentuk komunitas Semarang 35mm di mana perkumpulan ini telah berdiri selama 2 tahun. Pada Sabtu (16/12) kemaren, mereka mengadakan pameran foto analog dengan tema “pocket kamera”. Semarang 35mm menunjukkan foto-foto dari kamera analog dan ternyata hasilnya tidak kalah dengan kamera digital.

“Kamera analog ini memiliki kelebihan, tone-nya (warna gambar) lebih natural daripada kamera digital,” ungkap Tito selaku owner Able Coffe Semarang yang juga menjadi lokasi pameran. “Bisa dibilang yang suka kamera analog itu orang bodoh, karena kita nggak tahu hasilnya sebelum dicuci. Tapi itulah kesenangannya, setelah dicuci dan gambarnya bagus akan menjadi kepuasan tersendiri,” kata Andika salah satu founder komunitas kamera analog di Semarang. Acara tersebut semakin menarik dengan sesi tanya jawab berhadiah kaos dan film kamera. Pengunjung tampak antusias saat diskusi dibuka.

Bagaimana #anakevents? Tertarik mencoba kamera analog? Coba kamu buka lemari rumahmu siapa tahu masih ada kamera analog yang masih berfungsi peninggalan ayah atau kakek. Jika kamu memiliki hobi fotografi tapi sudah bosan dengan kamera digital, gabung aja di komunitas Semarang 35mm agar dapat belajar bersama sekaligus menambah teman.

You might also like More from author

Comments

Loading...