Mau Dateng Ke Konser Rock? Belajar Moshing Dulu Nih!

Sebagai manusia dewasa secara seutuhnya, akan tiba saat dimana kamu dateng ke sebuah konser musik mau itu sendiri atau berdua sama gebetan, dan kamu bakalan ngeliat segerombolan penonton di bibir panggung lagi dance yang kelihatannya rusuh abis. Terlebih kalo acara yang kamu datengin nyuguhin band-band underground, seperti punk, post-rock, metal dsb.

Kalo kamu lagi ngeliat pemandangan kayagitu, sikapi biasa aja #AnakEvents, karena mereka biasanya penggemar berat band yang lagi tampil dan lagi larut dalam lagu yang dibawain. Gerakan yang mereka lakukan biasa disebut Moshing. Apaan tuh?

Moshing merupakan idiom kata atau kemajemukan yang kurang lebih berati menari dengan engga teratur di dalam acara musik rock. Dengan cara yang sedikit berbeda. Melompat-lompat lalu bertabrakan, atau malah saling sengaja nabrakin diri.

Kelihatannya sih emang rusuh abis, apalagi kalo kamu pertama kali baru liat. Gebetan kamu pasti langsung minta pulang. Tapi, di balik semua itu ternyata menyimpan pesan yang ciamik nih #AnakEvents.

Gerakan-gerakan moshing lahir bersamaan dengan kemunculan genre underground sendiri pada dekade 60-80an, yang pada saat itu didominasi oleh genre Punk/Ska, Hard/Grind Core, sampai di era Thrash/Heavy metal.

Nah, pada dasarnya moshing lahir sebagai penghilang diskriminasi pasif pada legalitas musik nih #AnakEvents di masa genre underground jadi sub-kebudayaan yang paling aktif terhadap modernitas dan resistensi pada neo-imperialisme. Wih berat yaaa 😀 Udah lah langsung aja nih jenis jenis moshing yang harus kamu tau 🙂

Mosh Pit

Ngintip dari urbandictionary, ‘Mosh Pit’ artinya tempat dimana kamu bisa mengekspresikan lagu yang lagi dibawain band penampil dengan tarian reflek sesuka hati kamu. Biasanya di depan panggung dan pastinya sudah dipenuhi penonton yang moshing.

Closed Pit

Gerakan ini terjadi biasanya saat band yang ditunggu-tunggu membawakan lagu andalannya. Kamu udah dempet-dempetan di depan panggung, dan kiri kanan adalah penonton yang keringetan engga karuan. Di sini kamu bisa angkat tangan kamu ke atas dan menikmati lagu, atau sikut kiri-sikut kanan. Jangan lupa tapi sama dompet, kan ada foto ‘si eneng’. He-he

Open Pit

Moshing ini bisa jadi yang terburuk atau terbaik. Tergantung posisi nya nih. Di sini kamu bebas milih siapapun di lantai penonton, didampingi rekan terdekat pastinya. Setelah dapet posisinya, kamu bisa lempar orang itu ke lantai dan kembali berdansa.

Circle Pit

Dalam gerakan ini nilai kebersamaan bakalan berasa banget, di mana para moshers saling berpegangan sampai membentuk sebuah lingkaran besar di tengah lagu dan para penonton lain. Pegang tangan penonton di sebelah kamu sekuat mungkin lalu berputar mengikuti arah jarum jam. Resepnya, jangan sampai lepas #AnakEvents, kalo putarannya lagi cepat banget bahkan kamu juga bisa mental.

Slam Dancing

Mungkin ini gerakan yang paling sering kamu liat kalo lagi nonton konser rock. Kamu diangkat sama temen kamu, tangan kamu berpangku di belakang leher mereka dan memegang bahu. Serunya, saat kamu udah diangkat, kaki kamu juga di pegang dan dinaikin ke atas. Kamu bisa sebebas mungkin nendang-nendang yang ada di depan bersamaan dengan kedua temen yang lagi ngangkat badan kamu.

Emang sih kalau kita cuma bayangin kayaknya serem banget, tapi biasanya semua rasa sakit yang diterima karena engga sengaja, hingga berakhir dengan salaman atau saling pelukan. No hard feelings.

Engga lepas dari semua itu, sekarang Moshing mulai terlihat beralih fungsi dari menikmati lagu dan memberi dukungan terhadap band, menjadi penyaluran emosi, tanpa disertai tindakan anarkis ataupun kebrutalan.

Jadi tetap asik dan bisa saling toleransi dengan penonton lain ya #AnakEvents!

You might also like More from author

Comments

Loading...