Lagu Hits Ini Tercipta Akibat Efek Patah Hati

Hampir semua orang pasti pernah mengalaminya ketika sedang menjalani hubungan asmara ataupun ketika jatuh hati. Namun, patah hati bukanlah hal buruk yang perlu ditakuti. Bagi sebagian musisi, rasa patah hati itu justru dijadikan sebagai sumber inspirasi menciptakan lagu mahakarya mereka.

Tak jarang, karier mereka malah melejit berkat mereka patah hati. Nah, berikut lagu-lagu musisi populer yang terinspirasi berkat rasa patah hati mereka.

Stay With Me – Sam Smith

Masih ingatkah #AnakEvents dengan lagu “Stay with Me” milik Sam Smith? Lagu tersebut terinspirasi dari rasa patah hati karena cintanya yang tak terbalas. Begitulah yang diakui Sam Smith kepada The Sun.

“Tidak ada yang terjadi di antara kami. Saya tahu ia mencintai saya juga. Ketika saya menulis rekaman itu, saya baru saja patah hati. Semuanya yang saya ingin lakukan adalah pergi ke studio dan menulis tentang pria yang saya membuat saya jatuh hati,” katanya, seperti dilansir Dailymail.

Selain “Stay with Me”, seluruh lagu dalam album In the Lonely Hour juga tercipta karena pengalaman pribadinya dalam mengenal cinta. “Stay with Me” berhasil menduduki peringkat pertama di berbagai tangga lagu, bahkan dinobatkan sebagai lagu tersukses Sam Smith.

Someone Like You – Adele

“Someone Like You” yang dinyanyikan Adele tahun 2011 juga terinspirasi dari pengalaman patah hatinya. Liriknya menuturkan tentang berakhirnya kisah asmara Adele dengan kekasihnya.

“Saya tulis lagu tersebut karena saya lelah menjadi menyebalkan. Saya benar-benar menguras emosi saya untuk menggambarkannya. Meskipun saya merasa pahit dan menyesal. Dia masih menjadi orang yang paling penting yang pernah ada dalam hidup saya. Dan ‘Someone Like You’, saya harus menulisnya untuk berdamai dengan diri saya dan dua tahun yang saya menghabiskan dengannya. Ketika saya melakukannya, saya merasa begitu bebas,” ceritanya, seperti dikutip MTV News.

“Someone Like You” menjadi lagu pertama Adele yang menduduki di seluruh tangga lagu, termasuk Inggris selama lima minggu. Selain itu, lagu ini juga berhasil terjual jutaan kopi (diunduh 6 juta kali di Amerika Serikat) dan diberi dua kali sertifikat platinum oleh British Phonographic Industry (BPI). Di Grammy Awards, “Someone Like You” mendapatkan penghargaan Best Pop Solo Performance.

Album 1989 – Taylor Swift

Jika #AnakEvents butuh seseorang untuk menulis lagu patah hati? Taylor Swift jagonya. Wanita berusia 28 tahun ini kerap menulis lagu berdasarkan pengalamannya dalam menjalin hubungan asmara. Sebagai buktinya, album keempat Swift, Red, yang dirilis pada 22 Oktober 2012.

Album tersebut ditandai sebagai perubahan gaya bermusik Taylor Swift. Red sukses secara komersial, bahkan dinobatkan sebagai album debut terlaris dalam satu dekade. Berkat album itu, Swift dikenal sebagai musisi pertama yang mampu menjual dua album lebih dari satu juta dalam satu pekan pertamanya. Di album Red, kehidupan roman Swift menjadi inspirasinya.

“Semua emosi berbeda ditulis dalam album ini. Mulai tentang kegilaan, tegang, dan pengalaman asmara saya dalam dua tahun terakhir. Semua emosi itu dari cinta, frustasi, cemburu. Itu yang ada dalam pikiran, semua emosi itu adalah merah,” katanya saat webchat pada 13 Agustus 2012.

Salah satu lagunya, “We Are Never Are Getting Back Together”, dikabarkan tentang putusnya jalinan asmaranya dengan Jake Gyllenhaal. Kemudian, lagu “I Knew You Were Trouble” ditulisnya ketika kisah asmara dengan Harry Styles dari One Direction diterpa masalah. Hingga akhirnya, pada tahun 2013, mereka mengatakan secara resmi telah putus.

Sorry – Justin Bieber

Saat Justin Bieber menjadi bintang tamu dalam The Ellen Show dalam rangka mempromosikan album Purpose, ia mengatakan bahwa dalam album tersebut ada tiga lagu yang ditujukan untuk cinta pertamanya. Lalu, DeGeneres menanyakan lagu manakah yang terinspirasi oleh Selena Gomez.

“Jika ada tiga, lagu yang mana?” tanyanya pada Bieber. Bieber diam sejenak, lalu DeGeneres membantunya untuk mengungkapkan lagunya. “What Do You Mean?”, “Sorry” dan “Mark My Words”, imbuhnya.

“Ada banyak hal yang mengingatkan saya tentangnya. Dalam hubungan, kalian melihatnya di televisi dan kamu seperti mengingat kembali ketika menonton ini,” kata Bieber.

Kemudian, DeGeneres bertanya apakah ia berpikir ingin kembali bersama Selena Gomez. Bieber pun menjawab, “Mungkin. Saya maksud kami punya banyak kenangan bersama jadi saya yakin itu mungkin saja terjadi.”

Di Amerika, lagu “Sorry” debut di posisi kedua di Bilboard Hot 100 dengan jumlah unduhan sebanyak 277 ribu dan 23,1 juta kali diputar secara online di pekan pertama rilis. Sementara “What Do You Mean?” berada di perngkat pertama di Billboard Hot 100 selama satu pekan.

Lagu andalan dari album Purpose itu juga memecahkan rekor paling banyak di-streaming di Kanada dengan 3,1 juta kali pada pekan pertama. Ia juga memecahkan penjualan lagu terlaris di pekan pertamanya di tahun 2015, menggantikan rekor Eminem dengan lagunya “Monster” (2013).

Don’t – Ed Sheeran

Ed Sheeran merilis lagu “Don’t” pada April 2014 lalu. Lagu ini adalah cerita hubungan asmaranya dengan Ellie Goulding yang berakhir berantakan.

Lirik berbunyi, “‘I never saw him as a threat, ’Til you disappeared with him to have sex’, and ‘you were looking for a lover to BURN,” itu dikaitkan dengan perselingkuhan Goulding dengan Niall Horan dari One Direction.

Ketika ditanya, apakah telah memaafkan Ellie Goulding, Sheeran mengaku, “Saya rasa sudah. Saya sudah melampiaskan kemarahan saya saat saya menulis lagu.”

Mengutip Metro.co.uk, Ed malah senang lagu patah hatinya itu bisa menduduki peringkat pertama di tangga lagu. “Akhir dari semua ini, saya bersyukur saya mengeluarkan sebuah lagu tentang itu, menjadi jujur,” katanya. “Saya jadi tidak merasa itu tentang seseorang lagi. Saya tidak merasa tersentuh,” imbuhnya.

You might also like More from author