Daftarkan SIM Cardmu Sebelum Diblokir!

Kamu sering gonta-ganti kartu seluler? Bersiaplah karena pemerintah mengeluarkan peraturan baru buat membatasi penggunaan kartu seluler yang makin hari makan banyak aja nih penggunanya. Kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi akan memberlakukan registrasi nomor ponsel sesuai dengan Nomor KTP dan juga Kartu Keluarga mulai tanggal 31 Oktober 2017.

Nah, registrasi ini gak cuman berlaku buat kamu pengguna baru aja, tapi juga pengguna nomor yang lama. Bedanya yaitu kalau kamu registrasi dengan SIM Card yang baru, maka kamu perlu registrasi dengan identitas yang sah, seperti KTP saja. Tapi kalau kamu pengguna lama, registrasi ulangnya menggunakan KK dan KTP.

Walaupun terlihat lebih ribet, tapi registrasi ini berfungsi untuk menjaga keamanan data yang kamu miliki, sehingga gak mudah untuk dipalsukan.

“Sebagai komitmen memberikan perlindungan kepada konsumen serta untuk kepentingan national single identity. Selain itu manfaat lainnya adalah adanya keamanan, transparansi dan pelayanan nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Walaupun rencananya sanksi dan pemberlakuan kebijakan ini mulai dilaksanakan pada 28 Februari 2018 mendapatang, gak ada salahnya loh kamu mulai ikut dan mendaftarkan kartu selulermu secepatnya.

Nah, kalau masih bingung bagaimana proses registrasinya, kamu cukup ikuti langkah berikut :

Kedepannya, masih-masing orang hanya boleh menggunakan maksimal tiga nomor operator yang berbeda saja loh. Hmmm, menurut kamu kebijakan ini keren gak nih?

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai tanggal 31 Oktober 2017. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan registrasi pelanggan seluler merupakan upaya pemerintah mencegah penyalahgunaan nomor dan melindungi konsumen, terutama bagi pelanggan prabayar. "Sebagai komitmen memberikan perlindungan kepada konsumen serta untuk kepentingan national single identity. Selain itu manfaat lainnya adalah adanya keamanan, transparansi dan pelayanan nilai tambah bagi masyarakat," katanya dalam Konferensi Pers mengenai Pemanfaatan Data Kependudukan dalam Pelaksanaan Registrasi Kartu Prabayar Telekomunikasi di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (11/10/2017). Menurut Menteri Rudiantara, ketentuan mengenai registrasi pelanggan seluler sudah dikeluarkan setahun yang lalu dalam bentuk Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. “Registrasi prabayar diinisiasi Kominfo pada 2016, meskipun sosialisasinya telah dilakukan sejak 2005. Sudah 11 tahun perjalanan untuk diimplementasikan, namun kita harus realistis karena registrasi prabayar ini tergantung pada keberadaan ekosistem dan proses sosialisasi ke masyarakat," tuturnya. Salah satu isu penting dalam pendaftaran nomor pelanggan, menurut Menteri Kominfo adalah kepastian data yang benar. "Ekosistem yang lain adalah bagaimana kita merujuk bahwa informasi yang disampaikan pelanggan saat registrasi adalah benar. Dengan adanya (data) Dukcapil maka validitas informasi yang disampaikan masyarakat adalah benar,” paparnya. — #registrasiPrabayar #prabayar

A post shared by Kementerian Kominfo (@kemenkominfo) on

You might also like More from author

Comments

Loading...